Entrepreunership
Berdasarkan evaluasi yang ada masalah terberat program
ini adalah mental anak yang tidak siap menjalankan sebuah usaha. Banyak yang
diawalnya mereka semangat melakukan semua aktifitas tetapi setelah bertemu
dengan permasalahan-permasalahan, banyak diantara mereka mengundurkan diri. Hal
ini disebabkan kita belum mempersiapkan mereka dengan baik sehingga mereka
tidak siap ketika berhadapan dengan keadaan konsumen dan permasalahan yang
timbul.
Anak memiliki kualitas pengusaha:
·
Percaya diri: Anak bisa mengatasi
ketakutannya dan berani mencoba sesuatu yang selama ini tidak pernah dicoba,
termasuk berhadapan dengan orang yang selama ini tidak dikenalnya.
·
Daya tahan: Anak memiliki daya tahan dalam
menghadapi kesulitan baik yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri maupun dari
luar.
·
Motivasi yang tepat; anak memiliki
motivasi yang tepat dalam menjalankan usaha, bukan sekedar mencari keuntungan
tetapi menolong orang lain melalui usahanya dan menjadi garam dan terang dunia.
·
Kreatifitas dan inovasi: Anak memiliki
kemampuan mengatasi permasalahan dengan cara yang unik dan siap menghadapi
tantangan yang timbul dengan kemampuannya.
·
Kepemimpinan: Anak mampu menggerakkan
orang-orang disekitarnya, memotivasi mereka dan membuat mereka mau mengikuti
anak tersebut tanpa paksaan.
Secara garis besar program entrepreneurship adalah sebagai
berikut:
SMP
Anak dilatih memiliki kualitas pengusaha. Anak sudah
mengikuti program-program kewirausahaan terutama supaya mereka memiliki
pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan. Anak-anak akan terlibat dalam
pembuatan produk dan menjual produk. Silahkan bisa dilihat dalam kurikulum entrepreneurship
untuk kegiatan-kegiatannya.
SMU kelas 1
Anak memiliki pengetahuan tentang cara menjadi
pengusaha. Mentor perlu memberikan training-training tentang dunia usaha. Untuk
detailnya lihat modul training untuk menjadi pengusaha.
SMU kelas 2
Anak memiliki pengalaman menjual produk. Anak masih
mengikuti modul training menjadi pengusaha dan anak mulai praktek dan diberi
sedikit modal supaya anak memiliki pengalaman menjalankan usaha minimal 1
bulan. SMU kelas 3
Anak memiliki pengalaman mengelola usaha. Anak menjalankan usaha sesuai dengan minat mereka minimal 3 bulan. Usaha mereka seharusnya sudah mulai menghasilkan keuntungan. Anak akan diberi modal yang akan dikelola oleh mereka sendiri dan diminta menghasilkan keuntungan dari modal tersebut.
Lulus SMU
Anak sudah memiliki pengalaman menjalankan usaha dan
mereka sudah memiliki usaha sendiri. Mereka akan berhadapan dengan pesaing
usaha di lingkungan mereka. Keuntungan yang mereka hasilkan minimal senilai
dengan UMK di daerah mereka sendiri.
Usaha
yang diajukan haruslah usaha yang sudah mereka jalankan dan menghasilkan
keuntungan. Setiap minimal 10% dari keuntungan haruslah disimpan untuk
memperbesar usaha mereka.Tahap berikutnya diharapkan mereka membuat komunitas pengusaha untuk diri mereka sendiri. Diharapkan mereka bisa melatih anak-anak PPA lainnya untuk menjadi pengusaha seperti mereka. Komunitas tersebut akan menjadi koperasi untuk diri mereka sendiri.
Smart Program
Pelatihan yang khusus untuk Smart program adalah memberikan
pelatihan kepemimpinan secara khusus. Lima bidang yang menjadi focus pelatihan
tersebut adalah:
1. Mengenal
diri sendiri. Anak memiliki pemahaman akan diri sendiri secara jelas dan
memahami untuk apa mereka diciptakan. Pengenalan diri sendiri akan membantu
mereka dalam menentukan mimpi dan cita-cita mereka berdasarkan kehendak Tuhan.
2. Kepemimpinan.
Anak-anak akan dilakukan penilaian kualitas kepemimpinan sehingga mereka bisa
merencanakan peningkatan kualitas kepemimpinan mereka berdasarkan keadaan
mereka. Selain itu ada program-program yang bersifat penggalian kepemimpinan
mereka.
3. Kerohanian.
Anak-anak akan dimuridkan secara khusus sehingga mereka bisa menjaga kerohanian
mereka. Peningkatan kerohanian tidak lagi didasarkan seberapa aktif mereka di
kegiatan keagamaan melainkan seberapa baik sikap yang mereka tunjukan sebagai
bagian dari melakukan kehendak dan perintah Tuhan.
4. Penguatan akademik. Anak bertanggung jawab
atas kualitas diri mereka dalam bentuk meningkatnya prestasi mereka. Hanya saja
mereka tidak dibandingkan dengan orang lain melainkan mereka dibandingkan
dengan kemampuan mereka sendiri. Anak harus menunjukan semangat dan daya juang
untuk meningkatkan kualitas mereka.
5. Fisik
yang baik. Anak memiliki disiplin untuk menjaga fisiknya dengan baik. Mereka
memahami cara menjaga kesehatan tubuh mereka dan memiliki pola hidup sehat.
Ada program yang akan dilakukan dalam tahunan yaitu:
1. Penilaian
kepemimpinan dan merencanakan pengembangan kepemimpinan berdasarkan penilaian
tersebut.
2. Terlibat
dalam kepanitiaan di sekolah ataupun di masyarakat.
3. Discovering
your SHAPE, menemukan tujuan Tuhan dalam hidup kita.
4. Make
Your Dream a Reality, membuat rencana masa depan.
5. Survival
camp, melatih daya tahan dan daya juang anak.
Secara garis besar program SMART adalah sebagai
berikut:
SMP
Anak memiliki nilai akademik minimal 7.5 dan memiliki
dua dari lima kualitas dasar seorang pemimpin. Kegiatan yang memungkikan adalah
penguatan akademik dan keterlibatan mereka dalam kepanitiaan. Daftar kualitas
dapat dilihat di penilaian kepemimpinan.
SMU kelas 1
Anak memiliki pengalaman memimpin minimal 6 orang
dibawahnya dalam satu proyek. Anak sudah terlibat dalam kepanitiaan dengan
posisi sebagai pemimpin. Anak juga sudah mengisi buku rencana akan masa depan mereka dan evaluasinya
dengan tepat. Anak dimentor oleh orang dewasa.
SMU kelas 2
Anak tetap terlibat dalam sebuah proyek minimal
posisinya adalah sebagai ketua. Mentor bisa memberikan tanggung jawab acara
seperti retreat, camp, natal, paskah dll dengan anak tersebut menjadi ketuanya.
Anak juga mulai memuridkan anak usia dibawahnya. Dari sisi akademik, anak
memiliki kemauan dan daya juang untuk belajar sehingga nilai-nilai akademiknya
mengalami peningkatan.
SMU kelas 3
Anak memiliki kualifikasi kepemimpinan berdasarkan keadaan anak. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan kualifikasi kepemimpinan yang dikembangkan berdasarkan karakteristik anak.
Lulus SMU
Anak memiliki minat dan berjuang untuk melanjutkan
pendidikannya baik melalui biasiswa maupun usaha sendiri. Anak sudah
memiliki pengaruh di lingkungannya, memiliki rencana masa depan yang jelas dan
menjalaninya. Anak memiliki keinginan belajar yang tinggi.
Talent Program
Banyak anak-anak memiliki kemampuan khusus yang bisa
dikembangkan dan menjadi ahli di bidangnya masing-masing. Bidang-bidang
tersebut seperti musik, vokal, drama, fotografi, design grafis, cabang olah
raga, dsb. Mereka masing-maisng perlu dikembangkan sesuai dengan talenta
mereka. Di usia SD, kita perkenalkan semua talenta yang memungkinkan buat
mereka sambil diamati apakah talenta terbaik yang mereka miliki. Untuk
anak-anak dengan talenta khusus, perlu diperlakukan secara khusus. Pengembangan
anak bukanlah pengembangan yang sama untuk semua anak melainkan pengembangan
sesuai dengan keadaan anak masing-masing.
SMP
Anak sudah menentukan minimal satu talenta yang
dikembangkan. Talenta bukanlah apa yang terbaik dibandingkan dengan orang lain,
melainkan hal terbaik yang bisa orang tersebut lakukan. Mentor akan mengamati
hal terbaik tersebut berdasarkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini.
SMU kelas 1
Anak menjadi ahli di bidang yang sesuai dengan talenta
mereka masing-masing. Anak-anak tersebut lebih baik dibandingkan dengan
teman-teman disekitarnya dalam melakukan bidang tersebut sebagai bukti talenta
tersebut sudah dikembangkan. Anak secara rutin juga memiliki kegiatan untuk
mengembangkan talentanya. Mentor harus memiliki program intervensi untuk pengembangan anak tersebut.
SMU kelas 2
Anak mulai dikenal karena talenta yang dimilikinya. Di
kelas 2 inilah diharapkan anak sudah mampu menunjukan talentanya di depan orang
lain dan mulai dikenal oleh orang-orang di sekitarnya sebagai anak yang
memiliki talenta tersebut. Mentor memiliki program untuk memperkenalkan talenta
anak di masyarakat sekitarnya.
SMU kelas 3
Anak mulai mampu menghasilkan uang dari talenta yang
mereka kembangkan. Jika anak mengikuti lomba, mulai memenangkan perlombaan.
Beberapa anak akan dibayar karena tampil di suatu tempat atau ada orang yang
menggunakan jasanya. Paling tidak kita memiliki program yang membuat anak dibayar
karena talenta yang dimilikinya. Tidak masalah berapapun mereka dibayar, yang
penting anak mulai menghasilkan uang dari talenta mereka.
Lulus SMU
Anak mampu menghidupi dirinya sendiri dengan talenta
yang dimilikinya. Anak sudah mampu mendapatkan uang dari jasanya dan memiliki
pelanggan tetap sehingga pendapatannya konstan. Anak juga sudah memiliki rencana
pengembangan supaya pengguna jasanya bisa bertambah sampai pada satu titik anak
mendapatkan penghasilan minimal sama dengan UMK (Upah Minumum Kota) di mana
anak berada.
0 komentar:
Posting Komentar