Selasa, 25 Maret 2014

Garis Besar Youth Program


Entrepreunership

Berdasarkan evaluasi yang ada masalah terberat program ini adalah mental anak yang tidak siap menjalankan sebuah usaha. Banyak yang diawalnya mereka semangat melakukan semua aktifitas tetapi setelah bertemu dengan permasalahan-permasalahan, banyak diantara mereka mengundurkan diri. Hal ini disebabkan kita belum mempersiapkan mereka dengan baik sehingga mereka tidak siap ketika berhadapan dengan keadaan konsumen dan permasalahan yang timbul.

Anak memiliki kualitas pengusaha:

·         Percaya diri: Anak bisa mengatasi ketakutannya dan berani mencoba sesuatu yang selama ini tidak pernah dicoba, termasuk berhadapan dengan orang yang selama ini tidak dikenalnya.

·         Daya tahan: Anak memiliki daya tahan dalam menghadapi kesulitan baik yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri maupun dari luar.

·         Motivasi yang tepat; anak memiliki motivasi yang tepat dalam menjalankan usaha, bukan sekedar mencari keuntungan tetapi menolong orang lain melalui usahanya dan menjadi garam dan terang dunia.

·         Kreatifitas dan inovasi: Anak memiliki kemampuan mengatasi permasalahan dengan cara yang unik dan siap menghadapi tantangan yang timbul dengan kemampuannya.

·         Kepemimpinan: Anak mampu menggerakkan orang-orang disekitarnya, memotivasi mereka dan membuat mereka mau mengikuti anak tersebut tanpa paksaan.

Secara garis besar program entrepreneurship adalah sebagai berikut:

SMP

Anak dilatih memiliki kualitas pengusaha. Anak sudah mengikuti program-program kewirausahaan terutama supaya mereka memiliki pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan. Anak-anak akan terlibat dalam pembuatan produk dan menjual produk. Silahkan bisa dilihat dalam kurikulum entrepreneurship untuk kegiatan-kegiatannya.

SMU kelas 1

Anak memiliki pengetahuan tentang cara menjadi pengusaha. Mentor perlu memberikan training-training tentang dunia usaha. Untuk detailnya lihat modul training untuk menjadi pengusaha.

SMU kelas 2
Anak memiliki pengalaman menjual produk. Anak masih mengikuti modul training menjadi pengusaha dan anak mulai praktek dan diberi sedikit modal supaya anak memiliki pengalaman menjalankan usaha minimal 1 bulan.

SMU kelas 3
Anak memiliki pengalaman mengelola usaha. Anak menjalankan usaha sesuai dengan minat mereka minimal 3 bulan. Usaha mereka seharusnya sudah mulai menghasilkan keuntungan. Anak akan diberi modal yang akan dikelola oleh mereka sendiri dan diminta menghasilkan keuntungan dari modal tersebut.

Lulus SMU
Anak sudah memiliki pengalaman menjalankan usaha dan mereka sudah memiliki usaha sendiri. Mereka akan berhadapan dengan pesaing usaha di lingkungan mereka. Keuntungan yang mereka hasilkan minimal senilai dengan  UMK di daerah mereka sendiri. Usaha yang diajukan haruslah usaha yang sudah mereka jalankan dan menghasilkan keuntungan. Setiap minimal 10% dari keuntungan haruslah disimpan untuk memperbesar usaha mereka.
Tahap berikutnya diharapkan mereka membuat komunitas pengusaha untuk diri mereka sendiri. Diharapkan mereka bisa melatih anak-anak PPA lainnya untuk menjadi pengusaha seperti mereka. Komunitas tersebut akan menjadi koperasi untuk diri mereka sendiri.

Smart Program

Pelatihan yang khusus untuk Smart program adalah memberikan pelatihan kepemimpinan secara khusus. Lima bidang yang menjadi focus pelatihan tersebut adalah:

1.      Mengenal diri sendiri. Anak memiliki pemahaman akan diri sendiri secara jelas dan memahami untuk apa mereka diciptakan. Pengenalan diri sendiri akan membantu mereka dalam menentukan mimpi dan cita-cita mereka berdasarkan kehendak Tuhan.

2.      Kepemimpinan. Anak-anak akan dilakukan penilaian kualitas kepemimpinan sehingga mereka bisa merencanakan peningkatan kualitas kepemimpinan mereka berdasarkan keadaan mereka. Selain itu ada program-program yang bersifat penggalian kepemimpinan mereka.

3.      Kerohanian. Anak-anak akan dimuridkan secara khusus sehingga mereka bisa menjaga kerohanian mereka. Peningkatan kerohanian tidak lagi didasarkan seberapa aktif mereka di kegiatan keagamaan melainkan seberapa baik sikap yang mereka tunjukan sebagai bagian dari melakukan kehendak dan perintah Tuhan.

4.       Penguatan akademik. Anak bertanggung jawab atas kualitas diri mereka dalam bentuk meningkatnya prestasi mereka. Hanya saja mereka tidak dibandingkan dengan orang lain melainkan mereka dibandingkan dengan kemampuan mereka sendiri. Anak harus menunjukan semangat dan daya juang untuk meningkatkan kualitas mereka.

5.      Fisik yang baik. Anak memiliki disiplin untuk menjaga fisiknya dengan baik. Mereka memahami cara menjaga kesehatan tubuh mereka dan memiliki pola hidup sehat.

Ada program yang akan dilakukan dalam tahunan yaitu:

1.      Penilaian kepemimpinan dan merencanakan pengembangan kepemimpinan berdasarkan penilaian tersebut.

2.      Terlibat dalam kepanitiaan di sekolah ataupun di masyarakat.

3.      Discovering your SHAPE, menemukan tujuan Tuhan dalam hidup kita.

4.      Make Your Dream a Reality, membuat rencana masa depan.

5.      Survival camp, melatih daya tahan dan daya juang anak.

Secara garis besar program SMART adalah sebagai berikut:

SMP
Anak memiliki nilai akademik minimal 7.5 dan memiliki dua dari lima kualitas dasar seorang pemimpin. Kegiatan yang memungkikan adalah penguatan akademik dan keterlibatan mereka dalam kepanitiaan. Daftar kualitas dapat dilihat di penilaian kepemimpinan.

SMU kelas 1
Anak memiliki pengalaman memimpin minimal 6 orang dibawahnya dalam satu proyek. Anak sudah terlibat dalam kepanitiaan dengan posisi sebagai pemimpin. Anak juga sudah mengisi buku rencana akan masa depan mereka dan evaluasinya dengan tepat. Anak dimentor oleh orang dewasa.

SMU kelas 2
Anak tetap terlibat dalam sebuah proyek minimal posisinya adalah sebagai ketua. Mentor bisa memberikan tanggung jawab acara seperti retreat, camp, natal, paskah dll dengan anak tersebut menjadi ketuanya. Anak juga mulai memuridkan anak usia dibawahnya. Dari sisi akademik, anak memiliki kemauan dan daya juang untuk belajar sehingga nilai-nilai akademiknya mengalami peningkatan.

SMU kelas 3
Anak memiliki kualifikasi kepemimpinan berdasarkan keadaan anak. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan kualifikasi kepemimpinan yang dikembangkan berdasarkan karakteristik anak.

Lulus SMU
Anak memiliki minat dan berjuang untuk melanjutkan pendidikannya baik melalui biasiswa maupun usaha sendiri. Anak sudah memiliki pengaruh di lingkungannya, memiliki rencana masa depan yang jelas dan menjalaninya. Anak memiliki keinginan belajar yang tinggi.

Talent Program

Banyak anak-anak memiliki kemampuan khusus yang bisa dikembangkan dan menjadi ahli di bidangnya masing-masing. Bidang-bidang tersebut seperti musik, vokal, drama, fotografi, design grafis, cabang olah raga, dsb. Mereka masing-maisng perlu dikembangkan sesuai dengan talenta mereka. Di usia SD, kita perkenalkan semua talenta yang memungkinkan buat mereka sambil diamati apakah talenta terbaik yang mereka miliki. Untuk anak-anak dengan talenta khusus, perlu diperlakukan secara khusus. Pengembangan anak bukanlah pengembangan yang sama untuk semua anak melainkan pengembangan sesuai dengan keadaan anak masing-masing.

SMP
Anak sudah menentukan minimal satu talenta yang dikembangkan. Talenta bukanlah apa yang terbaik dibandingkan dengan orang lain, melainkan hal terbaik yang bisa orang tersebut lakukan. Mentor akan mengamati hal terbaik tersebut berdasarkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini.

SMU kelas 1
Anak menjadi ahli di bidang yang sesuai dengan talenta mereka masing-masing. Anak-anak tersebut lebih baik dibandingkan dengan teman-teman disekitarnya dalam melakukan bidang tersebut sebagai bukti talenta tersebut sudah dikembangkan. Anak secara rutin juga memiliki kegiatan untuk mengembangkan talentanya. Mentor harus memiliki program intervensi untuk pengembangan anak tersebut.

SMU kelas 2
Anak mulai dikenal karena talenta yang dimilikinya. Di kelas 2 inilah diharapkan anak sudah mampu menunjukan talentanya di depan orang lain dan mulai dikenal oleh orang-orang di sekitarnya sebagai anak yang memiliki talenta tersebut. Mentor memiliki program untuk memperkenalkan talenta anak di masyarakat sekitarnya.

SMU kelas 3
Anak mulai mampu menghasilkan uang dari talenta yang mereka kembangkan. Jika anak mengikuti lomba, mulai memenangkan perlombaan. Beberapa anak akan dibayar karena tampil di suatu tempat atau ada orang yang menggunakan jasanya. Paling tidak kita memiliki program  yang membuat anak dibayar karena talenta yang dimilikinya. Tidak masalah berapapun mereka dibayar, yang penting anak mulai menghasilkan uang dari talenta mereka.

Lulus SMU
Anak mampu menghidupi dirinya sendiri dengan talenta yang dimilikinya. Anak sudah mampu mendapatkan uang dari jasanya dan memiliki pelanggan tetap sehingga pendapatannya konstan. Anak juga sudah memiliki rencana pengembangan supaya pengguna jasanya bisa bertambah sampai pada satu titik anak mendapatkan penghasilan minimal sama dengan UMK (Upah Minumum Kota) di mana anak berada.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar