Selasa, 25 Maret 2014

Youth Program


Keadaan psikologi remaja

Periode remaja adalah masa transisi dalam periode anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai asa-masa yang amat penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian individu.

Masa remaja dibagi dua bagian yaitu (1) periode remaja awal yaitu berkisar antara umur 13-17 tahun, dan (2) periode remaja akhir yaitu umur 17-18 tahun. Secara umum, periode remaja merupakan klimaks dari periode-periode perkembangan sebelumnya.

Ciri-ciri menonjol pada usia-usia ini terutama terlihat pada perilaku sosialnya. Dalam masa-masa ini teman sebaya punya arti yang sangat penting. Mereka ikut dalam kelompok-kelompok, klik-klik, atau geng-geng sebaya yang perilaku dan nilai-nilai kolektifnya sangat mempengaruhi periaku serta nilai-nilai individu-individu yang menjadi anggotanya. Inilah proses dimana individu membentuk pola perilaku dna nilai-nilai baru yang pada gilirannya bisa menggantikan nilai-nilai serta pola perilaku yang dipelajarinya di rumah.

Remaja adalah seorang idealis, ia memandang dunianya seerti apa yang ia inginkan, bukan sebagaimana adanya. Ia suka mimpi-mimpi yang sering membuatnya marah, cepat tersinggung, atau frustasi. Selain itu, oleh keluarga dan masyarakat dia sudah dianggap dewasa sehingga diberi tanggung jawab layaknya seorang yang sudah dewasa. Ia mulai memperhatikan prestasi dalam segala hal, karena ini memberinya nilai tambah untuk kedudukan sosialnya diantara teman-teman sebaya atau orang-orang dewasa.

Periode remaja adalah periode pemamtapan identitas diri. Pengertiannya akan “siapa aku” yang dipengaruhi oleh pandangan orang-orang di sekitarnya serta pengalaman –pengalaman pribadinya akan menentukan pola perilakunya sebagai orang dewasa.

Periode SMP

Kelas 1 SMP merupakan saat dimana anak-anak mulai merencanakan masa depannya. Mereka perlu diajak untuk menentukan apa yang mereka inginkan di masa depan. Sering kali mereka tidak serius dalam mempersiapkan dirinya menghadapi masa depan karena mereka tidak mengetahui tentang pentingnya hal itu. Ditambah lagi mereka tidak memiliki motivasi yang benar dalam menjalani hidup.
Sering kali anak-anak SMP masih mengikuti arah musim berada. Jika sedang musim sesuatu, maka mereka ramai-ramai melakukan di musim tersebut. Akhirnya perjalanan mereka tidak jelas dan mereka tidak mencapai apa yang mereka inginkan. Mereka bergerak bukan berdasarkan apa yang mereka butuhkan melainkan apa yang mereka inginkan. Masalahnya keinginan mereka sering kali belum bisa dipertanggungjawabkan.
Mereka bukanlah anak nakal, tetapi mereka membutuhkan bimbingan dari orang dewasa. Mereka sering saling berdiskusi, hanya saja tidak ada orang dewasa yang bisa mengarahkan diskusi mereka. Oleh karena itu, diperlukanlah mentor di dalam diri mereka. Mentor tersebut bukanlah polisi yang mengawasi, melainkan seseorang yang bisa diajak diskusi. Mentor tersebut bisa mengarahkan kemana para remaja ini harus pergi dan menjati tali kekang ketika mereka mulai asal-asalan.
Mentor saja tidak cukup, diperlukan program untuk pengembangan mereka. Sekolah menolong anak-anak untuk mengetahui pelajaran-pelajaran tertentu, tetapi anak-anak sering kali tidak dipersiapkan untuk masa depan mereka.
Masa-masa SMP merupakan masa persiapan anak menuju tiga program utama dalam youth program. Anak diberi kesempatan untuk merasakan semua program tersebut sehingga anak bisa menentukan program mana yang akan diikutinya. Mentor diminta untuk terus mengamati anak dalam proses tersebut dan berdiskusi dengan anak ketika anak akan menentukan masa depannya.

 

0 komentar:

Posting Komentar