Keadaan
psikologi remaja
Periode remaja adalah masa transisi dalam periode
anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai asa-masa yang amat
penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian
individu.
Masa remaja dibagi dua bagian yaitu (1) periode remaja
awal yaitu berkisar antara umur 13-17 tahun, dan (2) periode remaja akhir yaitu
umur 17-18 tahun. Secara umum, periode remaja merupakan klimaks dari
periode-periode perkembangan sebelumnya.
Ciri-ciri menonjol pada usia-usia ini terutama
terlihat pada perilaku sosialnya. Dalam masa-masa ini teman sebaya punya arti
yang sangat penting. Mereka ikut dalam kelompok-kelompok, klik-klik, atau
geng-geng sebaya yang perilaku dan nilai-nilai kolektifnya sangat mempengaruhi
periaku serta nilai-nilai individu-individu yang menjadi anggotanya. Inilah
proses dimana individu membentuk pola perilaku dna nilai-nilai baru yang pada
gilirannya bisa menggantikan nilai-nilai serta pola perilaku yang dipelajarinya
di rumah.
Remaja adalah seorang idealis, ia memandang dunianya
seerti apa yang ia inginkan, bukan sebagaimana adanya. Ia suka mimpi-mimpi yang
sering membuatnya marah, cepat tersinggung, atau frustasi. Selain itu, oleh
keluarga dan masyarakat dia sudah dianggap dewasa sehingga diberi tanggung
jawab layaknya seorang yang sudah dewasa. Ia mulai memperhatikan prestasi dalam
segala hal, karena ini memberinya nilai tambah untuk kedudukan sosialnya
diantara teman-teman sebaya atau orang-orang dewasa.
Periode remaja adalah periode pemamtapan identitas
diri. Pengertiannya akan “siapa aku” yang dipengaruhi oleh pandangan orang-orang
di sekitarnya serta pengalaman –pengalaman pribadinya akan menentukan pola
perilakunya sebagai orang dewasa.
Periode
SMP
Kelas 1 SMP merupakan saat dimana anak-anak mulai merencanakan masa depannya. Mereka perlu diajak untuk menentukan apa yang mereka inginkan di masa depan. Sering kali mereka tidak serius dalam mempersiapkan dirinya menghadapi masa depan karena mereka tidak mengetahui tentang pentingnya hal itu. Ditambah lagi mereka tidak memiliki motivasi yang benar dalam menjalani hidup.
Sering kali anak-anak SMP masih mengikuti arah musim berada. Jika sedang musim sesuatu, maka mereka ramai-ramai melakukan di musim tersebut. Akhirnya perjalanan mereka tidak jelas dan mereka tidak mencapai apa yang mereka inginkan. Mereka bergerak bukan berdasarkan apa yang mereka butuhkan melainkan apa yang mereka inginkan. Masalahnya keinginan mereka sering kali belum bisa dipertanggungjawabkan.
Mereka bukanlah anak nakal, tetapi mereka membutuhkan bimbingan dari orang dewasa. Mereka sering saling berdiskusi, hanya saja tidak ada orang dewasa yang bisa mengarahkan diskusi mereka. Oleh karena itu, diperlukanlah mentor di dalam diri mereka. Mentor tersebut bukanlah polisi yang mengawasi, melainkan seseorang yang bisa diajak diskusi. Mentor tersebut bisa mengarahkan kemana para remaja ini harus pergi dan menjati tali kekang ketika mereka mulai asal-asalan.
Mentor saja tidak cukup, diperlukan program untuk pengembangan mereka. Sekolah menolong anak-anak untuk mengetahui pelajaran-pelajaran tertentu, tetapi anak-anak sering kali tidak dipersiapkan untuk masa depan mereka.
Masa-masa SMP merupakan masa persiapan anak menuju
tiga program utama dalam youth program. Anak diberi kesempatan untuk merasakan
semua program tersebut sehingga anak bisa menentukan program mana yang akan
diikutinya. Mentor diminta untuk terus mengamati anak dalam proses tersebut dan
berdiskusi dengan anak ketika anak akan menentukan masa depannya.
0 komentar:
Posting Komentar